Dilansir dari keterangan Penkodam Jaya, tabrakan terjadi saat KRL tengah berhenti dan ditabrak dari belakang, mengakibatkan kerusakan berat pada gerbong terakhir.
Sebanyak 106 personel Yonif 202/TM dan 50 personel dari Kodim 0507/Bekasi diterjunkan bersama tim gabungan Polri, BPBD, dan PT KAI.
Dijelaskan bahwa fokus utama prajurit di lapangan meliputi, evakuasi korban kritis dan melakukan penyelamatan terhadap penumpang yang terjepit di antara reruntuhan gerbong 10 dan lokomotif.
Kemudian ada juga pengamanan area dengan melakukan sterilisasi lokasi kejadian dari kerumunan warga untuk menjamin kelancaran akses alat berat dan tim medis.
Selanjutnya prajurit juga melakukan koordinasi dengan pihak medis, memfasilitasi mobilisasi korban luka ke berbagai rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi.
Data sementara mencatat, 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka. Para korban saat ini di evakuasi di beberapa RS di antaranya RSUD Bekasi, RS Primaya, RS Bella, RS Hermina, RS Mitra Plumbon dan RS Bella dan RS Polri.
Evakuasi terkendala kondisi korban terjepit, ruang yang sempit dan kondisi kereta yang rusak parah.
Prajurit Kodam Jaya tetap bersiaga hingga proses selesai. (rr)